Program Orang Tua Asuh Bantu Tekan Prevalensi Stunting

Kepala Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini

Swaragapura.com

Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam percepatan penurunan angka stunting menjadi konsen serius dengan melibatkan seluruh elemen mulai dari OPD, Akademisi, Baznas dan organisasi profesi hingga Penyuluh KB dan TPK melalui aksi nyata program orang tua asuh anak stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya Hj. Nunung Kartini melalui pesan singkat (whatsapp) mengatakan program orang tua asuh dapat membantu menekan peningkatan angka stunting.

“Seluruh OPD dilingkungan Pemkot Tasikmalaya, Depag Kota Tasikmalaya dan Organisasi profesi menjadi orang tua asuh 1.730 anak stunting khususnya anak stunting baduta (1.730 anak stunting data Dinkes Kota Tasikmalaya),” ujar

Perkembangan kemajuan anak stunting secara medis lanjut Hj. Nunung,  dapat dilihat setelah adanya upaya selama 3 bulan pemberian makanan tambahan (PMT) seperti telur dan makanan atau biskuit bayi.

“Untuk PMT berupa telur dapat bantuan dari Baznas Kota Tasikmalaya dan bantuan dari orang tua asuh sifatnya sukarela yang penting bergizi,” katanya.

“Dan semoga dengan Program orang tua asuh anak stunting sehat semuanya hingga ketitik zero new stunting,” harap Hj. Nunung.

Keterlibatan Baznas Kota Tasikmalaya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting diamini ketua Baznas Kota Tasikmalaya Nasihin. Menurutnya pemberian bantuan telur  tersebut sebanyak 3.460 kg untuk 1.730 anak stunting dalam sebulan. “ Telur diberikan 2 kali dalam sebulan  atau 2 minggu 1 kg telur,” katanya.

“Pemberian makanan bergizi sangat penting demi menunjang perbaikan gizi penerus bangsa sehingga melahirkan generasi berkualitas,” pungkas Nasihin (SG.W-002)

Leave a Reply

Your email address will not be published.